KETIKA ANDA MENUDUH ORANG LAIN RIYA
Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Anda yang suka menuduh-nuduh orang lain itu riya, ujub, dan sombong. Tolong simak baik-baik. Ketika Anda membeli dan memakai arloji mahal, mungkin Anda berniat untuk pamer. Padahal orang tertentu membeli dan memakai arloji mahal semata-mata karena ia memang menyukai arloji tersebut. Jadi, jangan buru-buru menyamakan sifat Anda dengan sifat seseorang.
Ketika Anda bersedekah banyak terang-terangan, mungkin Anda berniat untuk pamer. Padahal orang tertentu bersedekah banyak terang-terangan, semata-mata karena ia ingin menyemangati orang lain. Jadi, jangan buru-buru menyamakan sifat Anda dengan dengan sifat seseorang. Lebih baik, luruskan niat Anda dan berbaik-sangkalah terhadap orang lain. Lebih baik lagi, Anda doakan orang lain agar tetap lurus niatnya. Iya tho?
Tolong juga digarisbawahi:
- Yang Maha Kuasa membolehkan bersedekah terang-terangan (QS 35: 29).
- Sedekah terang-terangan dapat menjadi syiar agama, layaknya ibadah yang lain seperti sholat dan haji.
- Sebagian sahabat Sang Nabi sengaja bersedekah terang-terangan, dengan tujuan untuk menyemangati sahabat lainnya.
- Kadang Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Lihan, Aa Gym, dan Ary Ginanjar sengaja bersedekah terang-terangan, dengan tujuan untuk menyemangati peserta.
- Sebagian motivator mengilhami peserta dengan menunjukkan seberapa banyak harta yang ia miliki. Motivator yang lain mengilhami peserta dengan menunjukkan seberapa banyak harta yang ia sedekahkan. Semua niatnya baik. Hanya saja, caranya yang berbeda.
Teruslah mengajak orang-orang bersedekah. Dan jangan pernah Anda pusingkan pendapat orang lain yang menuduh Anda riya, ujub, dan sombong. Ah, sejak kapan dia jadi malaikat? Tahu dari mana dia, isi hati Anda?
Menurut saya, akan jauh lebih baik Anda:
- lupakan malaikat gadungan itu
- luruskan niat
- teruslah bersedekah
- teruslah mengajak orang-orang untuk bersedekah
Wednesday, October 27, 2010
Yang Kaya Yang Bersedekah
"Tunjukkan saja jalan arah ke Pasar" jawab Abdurrahman Bin Auf ketika dia diberikan sebagian harta dari saudara Ansharnya sewaktu pertama datang Hijrah ke Madinah mengikuti Rasulullah.
Abdurrahman Bin Auf menolak hibah harta dari saudaranya dan memilih berdagang di Pasar Madinah. Memang beliau terkenal sebagai Entrepreneur bertangan Midas, mengubah apapun yang disentuh menjadi emas. Kata Abdurrahman, "Sejak Rasulullah mendoakanku, dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak."
Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam, termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga, dan seseorang yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.
Sebagai seorang Entrepreneur sukses, ternyata rahasianya ada di SEDEKAH, berikut sedekah Abdurrahman bin Auf yang Fenomenal ;
- Menyedekahkan iring-iringan tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh membawa pangan, sandang serta lainnya untuk penduduk Madinah. - Menyedekahkan 40.000 dirham perak. 1 Dirham = Sekitar Rp.1,4 Milyar - Kemudian menyusul pula 40.000 dinar emas. = sekitar Rp.48.Milyar - Sesudah itu dia bersedekah lagi 200 uqiyah emas. - 500 ekor kuda kepada para tentara Islam - 1.500 ekor unta - Memberikan 400 dinar emas kepada 100 orang bekas pejuang Perang Badar. +/- Rp.480 Juta
Dan cukup banyak lagi diriwayatkan bahwa Abdurrahman Bin Auf bersedekah seperti tidak takut miskin.
Abdurrahman Bin Auf menolak hibah harta dari saudaranya dan memilih berdagang di Pasar Madinah. Memang beliau terkenal sebagai Entrepreneur bertangan Midas, mengubah apapun yang disentuh menjadi emas. Kata Abdurrahman, "Sejak Rasulullah mendoakanku, dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak."
Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam, termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga, dan seseorang yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.
Sebagai seorang Entrepreneur sukses, ternyata rahasianya ada di SEDEKAH, berikut sedekah Abdurrahman bin Auf yang Fenomenal ;
- Menyedekahkan iring-iringan tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh membawa pangan, sandang serta lainnya untuk penduduk Madinah. - Menyedekahkan 40.000 dirham perak. 1 Dirham = Sekitar Rp.1,4 Milyar - Kemudian menyusul pula 40.000 dinar emas. = sekitar Rp.48.Milyar - Sesudah itu dia bersedekah lagi 200 uqiyah emas. - 500 ekor kuda kepada para tentara Islam - 1.500 ekor unta - Memberikan 400 dinar emas kepada 100 orang bekas pejuang Perang Badar. +/- Rp.480 Juta
Dan cukup banyak lagi diriwayatkan bahwa Abdurrahman Bin Auf bersedekah seperti tidak takut miskin.
Sedekah Yang Utama
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : seorang lelaki menemui Nabi Muhammad Saw dan bertanya, “ya Rasulullah Saw, sedekah apakah yang paling utama?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “sedekah yang kau berikan ketika kau dalam keadaan SEHAT, KIKIR dan TAKUT TERHADAP KEMISKINAN dan MENGINGINKAN KEKAYAAN. Janganlah menunggu sampai dekatnya saat kematian dengan mengatakan, ‘untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian, dan harta tersebut telah menjadi milik ahli warisnya’”.
Dalam Al Qur'an ditulis :
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Al Munaafiquun 10)
Nah.. Selamat bersedekah :)
Dalam Al Qur'an ditulis :
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Al Munaafiquun 10)
Nah.. Selamat bersedekah :)
Subscribe to:
Posts (Atom)