Tuesday, April 10, 2012

Mengajar dan Belajar Menggunakan Media Internet



Guru menggunakan laptop atau netbook saat mengajar kini bukan sekadar gaya atau mengikuti tren melainkan sudah jadi kebutuhan. Laptop bagi guru yang awalnya hanya bisa dilihat lewat acara televisi, misalnya “Bukan Empat Mata”-nya Tukul Arwana kini semestinya harus menjadi barang yang paling akrab dengan guru.

Sudah menjadi hal biasa guru menenteng laptop dari satu kelas ke kelas lainnya karena dalam peralatan itu tersimpan banyak materi yang bisa disampaikan kepada siswa, selain materi ajar yang disusun guru. Materi ajar yang sudah dibuat powerpoint per tatap muka sesuai RPP tinggal ditampilkan ke layar lewat LCD.
Sebagai contoh, penulis mengajar IPA dan dalam satu semester ada 16 kali pertemuan. Dengan program Microsoft PowerPoint penulis membuat 16 powerpoint secara berurutan. Pada pertemuan pertama, penulis menampilkan powerpoint pertama dan seterusnya. Guru tidak perlu lagi menulis pelajaran di papan sehingga punya lebih banyak waktu untuk menjelaskan materi secara lebih rinci.
Tampilan materi tidak lagi monoton berupa tulisan karena bisa diperkaya dengan grafik, video, gambar, dan suara. Tulisan pun dapat dibuat semenarik mungkin dengan variasi huruf dan warna, atau ditampilkan secara animasi sehingga rangkaian kata itu seolah-oleh hidup dan menimbulkan daya tarik siswa untuk memperhatikan. Makin canggih penguasaannya mengenai multimedia, guru dapat menampilkan materi pelajaran lebih menarik.
Laptop juga memudahkan siswa menangkap pelajaran. Fungsi tiap bagian mesin mobil saat bekerja pada pelajaran otomotif misalnya dapat diikuti siswa secara detail dalam bentuk video. Guru menerangkan cara kerja bagian mesin itu sekaligus memperlihatkan proses kerjanya lewat video. Siswa tidak sekedar mendengar tetapi juga melihat sehingga lebih paham.


Sumber Ajar
Melalui laptop guru juga dapat melengkapi materi pelajaran langsung dari internet saat mengajar. Guru tinggal browsing materi yang sesuai, dan internet akan menampilkan materi dimaksud berupa teks, gambar, grafik tabel, peta wilayah, tokoh saat itu juga, lalu ditampilkan ke layar lewat LCD. Kelebihan internet yakni menyediakan informasi lebih lengkap dan up to date.
Berbagai perkembangan iptek dan peristiwa penting terkini yang belum dimuat dalam buku pelajaran dapat digali dari internet. Jadi alangkah baiknya guru memanfaatkan fasilitas internet untuk pembelajaran di kelas alias mengajar sambil berinternet di kelas. Dengan mesin pencari Google, guru dapat menyajikan beragam materi pelajaran lebih lengkap ke hadapan siswa. Materi pelajaran menjadi lebih hangat , antara teori dan realitas melalui internet dapat dihubungkan. Contohnya ketika membahas polusi udara dalam pelajaran IPA, penulis menampilkan tayangan kesibukan lalu lintas di jalan raya kota-kota besar di Indonesia lewat internet.
Demikian juga akibat polusi udara berupa pemanasan global dan perubahan iklim serta dampak ikutannya berupa banjir di berbagai daerah, juga penulis tampilkan lewat internet. Secara kognitif siswa bertambah pengetahuannya, secara afektif menimbulkan kepedulian lingkungan, dan secara psikomotorik merangsang siswa melakukan tindakan nyata mengurangi polusi udara, misalnya pergi ke sekolah bersepeda.
Pelajaran yang bersifat keagamaan juga lebih menarik diikuti siswa jika guru menampilkan berbagai macam hal yg berhubungan dengan materi pelajaran secara langsung melalui internet. Contoh, saat pelajaran Fiqih, guru bias menggunakan media youtube dalam hal menunjukkan tata cara wudhu ataupun tatacara sholat, dan lain hal sebagainya. Demikian juga pelajaran sejarah lebih hidup jika guru sejarah mau menampilkan tokoh dan tempat-tempat bersejarah lewat internet. Pelajaran yang selama ini di kalangan siswa membosankan, misalnya matematika, kini bisa disajikan lebih menarik.
Namun, disebalik segala keuntungan yang dapat diperoleh, tentu berisikan resiko secara langsung maupun tidak langsung, namun semua hal itu dikembalikan kepada pribadi kita masing-masing, akhirnya penulis mengajak dan meminta kepada kita semua untuk menanamkan sebuah niat untuk selalu belajar dalam hal meningkatkan sumber daya manusia guna mencapai kehidupan yang lebih baik.

“Jangan takut dan menutup diri terhadap perkembangan teknologi, mampu tidak mampu tetap akan dihadapi”

Tembilahan, 10 April, Nirzaf.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment